Penghijauan Lingkungan

Penghijauan Lingkungan adalah solusi utama untuk mengatasi banjir besar agar tidak terus terulang lagi dan terulang lagi.

Penghijauan Lingkungan sebagai area resapan air dan paru-paru kota.
Untuk mendukung habitat lingkungan perkotaan, menurut PBB, idealnya disediakan ruang terbuka hijau sekitar 30 persen dari luas kota yang bersangkutan. Minimnya area resapan air di kota besar mengakibatkan aliran air hujan di permukaan tanah akhirnya akan menggenang dan menimbulkan banjir.

Selain berfungsi sebagai area resapan air dan ruang interaksi sosial, ruang terbuka hijau ini semakin penting artinya dalam mendukung program ‘Go Green’ dalam rangka mengatasi Pemanasan Global (Global Warming) dan Perubahan Iklim ( Climate Change) yang dialami Bumi kita, sekarang ini. Selain itu juga penghijauan berperan sebagai paru-paru kota dan menyerap polusi udara terutama gas emisi CO2 yang konsentrasinya semakin menumpuk di atmosfer Bumi membentuk lapisan yang menyebabkan suhu di Bumi semakin panas.

Perluasan area hijau sudah mulai digalakkan di kota-kota besar seperti di ibukota Jakarta. Kebijaksanaan Ancol mengubah lapangan golf seluas 33,6 ha menjadi wahana “Ecopark” demi mewujudkan ‘Green Ancol’ pastinya lebih bermanfaat secara lingkungan. Hari Rabu (24/02) pagi, para siswa sekolah dasar di sekitar Ancol yang berjumlah ratusan murid dikerahkan untuk target menanam 10.000 pohon. Kegiatan ramah lingkungan semacam ini patut didukung dan kita apresiasi, khususnya dalam rangka menambah areal penghijauan untuk mengatasi banjir di Jakarta.

Di bekas lapangan golf ini, segera dibangun wahana ecopark yang berbasis edutainment. Ecopark akan dilengkapi berbagai sarana yang bisa dimanfaatkan bagi pendidikan lingkungan hidup, seperti taman flora, fauna, dan fasilitas multifungsi untuk permainan petualangan di lahan terbuka (sumber berita dari Kompas cetak 25/02/2010 halaman 25).

Hijaukan ruang terbuka di sekitar Danau Buatan
Penghijauan memang harus segera dilakukan, demikian pula dengan penghijauan di sekitar danau buatan juga harus dijadikan areal terbuka hijau yang bisa meningkatkan daya serap air hujan. Jika dalam penerapannya ditata dengan baik menjadi taman ditambah jalur pejalan kaki (jogging track) untuk olahraga, tentunya sangat indah dan nyaman serta meningkatkan kualitas udara lingkungan sekitar.

Koordinasi dengan penataan penghijauan lingkungan hutan

Idealnya penghijauan yang harus dijaga kelestariannya pada areal hulu ini minimal 30 persen, namun kenyataannya sekarang banyak yang rusak dan berubah fungsi.

 

Penghijauan dengan pohon besar di hulu Sungai harus dilakukan setidaknya mencapai angka 30 persen, agar air bisa dicerna dengan baik juga mencegah longsor.Oleh karena itu, penghijauan agar daya resap air hujan semakin optimal serta tidak langsung masuk ke areal sungai.

Hal yang mendesak lainnya adalah dicari solusi agar air hujan terutama dengan kapasitas curah yang tinggi, dapat ditahan atau ditunda alirannya. Salah satunya dengan cara membuat ‘danau buatan’ sebagai penampung air dengan kapasitas memadai. Danau buatan semacam banjir kanal ini berfungsi sebagai filter.

Kegiatan penghijauan hutan sudah ada contohnya seperti di hulu sungai Ciliwung. Dengan menanam 4 ribu pohon yang dilaksanakan Nokia (Program Nokia Give & Grow) bekerja sama dengan TES-AMM Indonesia dan WWF Indonesia patut diacungi jempol. Hal ini merupakan aksi nyata dari peran kepedulian perusahaan swasta atas masalah lingkungan yang terjadi di Jakarta sebagai Ibu kota Negara.

Aksi hijau penanaman pohon mulai dilakukan di area hulu daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung, desa Cikoneng, Cisarua, Bogor pada awal Februari ini dengan luas areal sekitar 10 ha.  Aksi hijau dengan cara menukar HP bekas dengan tanam pohon ini mempunyai manfaat langsung dalam mencegah terjadinya banjir di Jakarta.

Perluas Areal Penghijauan Mangrove.

areal hutan bakau (Mangrove) sangat berperan menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayat. Hutan bakau merupakan perisai alam utama untuk menghadapi badai dan kenaikan muka air laut (Rob). Oleh karena itu penanaman kembali Mangrove, sangat mendesak dilakukan, khususnya dalam rangka mengatasi masalah banjir di tempat-tempat yang sering terjadi banjir.

‘Green Building’ dan Sumur Resapan sebagai solusi ramah lingkungan.

lubang biopori yang diisi sampah organik di taman halaman rumah dapat menyerap air hujan dan menyuburkan tanah.

Penerapan ‘green building’, khususnya pada bangunan perkantoran baik pemerintah mau pun swasta, jika perlu juga diterapkan pada perumahan warga. Pada ‘bangunan hijau’ ramah lingkungan ini, sumber energi menggunakan energi terbarukan dari alam seperti panel matahari atau kincir angin. Hemat energi dan air diterapkan pada operasional sehari-hari. Pada halaman dan dak atap bangunan bisa diolah menjadi taman dengan berbagai tanaman untuk menciptakan lingkungan hijau.

Kebijakan setiap bangunan di kota besar memiliki sumur resapan masing-masing sangatlah positif dalam rangka mengatasi masalah banjir. Demikian pula partisipasi aktif masyarakat untuk membuat resapan air berupa biopori beserta penghijauannya di halaman rumah masing-masing sangat berdampak positif sebagai solusi mengatasi banjir, jika sebagian besar warga mau melakukannya.

 

Our Opinion:

Mulai dari sekarang, kita tingkatkan partisipasi demi melestarikan Bumi ini dengan mengurangi efek  pemanasan global dimulai dari rumah masing-masing, karena sesungguhnya sangat banyak hal-hal kecil yang bisa kita lakukan seperti membuat sumur resapan, memilah sampah sesuai jenisnya(terurai dan sukar terurai), tidak membuang sampah/brangkal ke tempat air mengalir, dll. Penghijauan ( Go Green ) adalah solusi yang sangat tepat untuk menjaga Bumi kita yang asri tetap bisa diwariskan serta dinikmati oleh generasi mendatang yaitu anak dan cucu kita.

 

 

*) Sumber: The Live Earth-Global Warming Survival Handbook 2007

http://nokiagreenambassador.kompasiana.com/

Categories: Solusi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: